Relawan Pensosmas adakan Penyuluhan Sosial

Dinas Sosdukcapil saat memberikan materi tentang IPWL Dinas Sosdukcapil saat memberikan materi tentang IPWL

(Kamis,10/10/2019) Relawan Penyuluh Sosial melakukan Penyuluhan Sosial kepada masyarakat. 

Kegiatan Penyuluhan Sosial kali ini bertempat di aula balai desa Aro Kecamatan Muara Bulian. Penyuluhan Sosial ini juda didampingi dari Dinas Sosdukcapil Provinsi Jambi dan Dinas Sosial Kabupaten Batang Hari.

Adapun materi yang disampaikan oleh Relawan Pensosmas adalah pentingnya data kependudukan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui pentingnya data kependudukan (KTP, KK, Akte Kelahiran, Akte Kematian, dll). hal ini terlihat pada saat warga yang mengurus Program Sosial (KIS, Santunan Kematian, dll) data yang dimiliki tidak sama seperti tanggal lahir, tempat lahir  di KK dan KTP tidak sama). sehingga proses verifikasi berkas menjadi terhambat. "kasian kadang tu sudah datang jauh-jauh mau ngurus tapi pas di cek data dak samo kan harus dibaekin dulu datanyo" ujar relawan pensosmas. "data kependudukan ini sangat penting bukan hanya untuk bidang sosial akan tetapi untuk segala aspek. "kalo data lengkap, samo antara satu dengan yang lain kan prosesnyo jadi cepat, trus jugo ini bukan cuma untuk sosial bae, untuk yang lain jugo, ngurus anak masuk sekolah, masuk kerjo, haji, umroh, dll)". ujarnya lagi

selain itu, dari Dinas Sosdukcapil Provinsi Jambi juga menyampaikan materi tentang Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL). IPWL merupakan tempat yang digunakan untuk rehabilitasi pengguna narkoba.apabila ada pengguna narkoba yang jngin menyatakan diri ingin rehabilitasi di IPWL, maka tidak akan dikenakan jerat hukum, pasalnya muncul ketakutan pengguna masuk penjara jika mengaku , untuk itu pihaknya menghimbau bagi kepada pengguna yang ingin sembuh dapat memanfaatkan IPWL termasuk memerangi barang haram tersebut.

Penyuluhan sosial adalah suatu proses pengubahan perilaku yang dilakukan melalui penyebarluasan informasi, komunikasi, motivasi dan edukasi oleh penyuluh sosial baik secara lisan, tulisan maupun peragaan kepada kelompok sasaran sehingga muncul pemahaman yang sama, pengetahuan dan kemauan guna berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan kesejahteraan sosial.